Warning !!!

JANGAN PERNAH MENGATAKAN BERHENTI UNTUK MELESTARIKAN ALAM, KARENA ALAM ADALAH SEBAGIAN DARI KEHIDUPAN KITA...!!!

2 Maret 2021

Cinta Damai Untuk Kepentingan Bersama

Assalamualaikum Wr. Wb

SALAM LESTARI ! ! !
Selama kurang lebih satu pekan berjalannya Open donasi untuk saudara kita di masamba, Kami Keluarga Besar MAHASILA 45 HMS FT-UNIBOS telah mengambil gerakan untuk membantu saudara-saudara kita di Masamba. Kini Kami telah siap berangkat untuk memberikan secara langsung bantuan dari donasi yang telah terkumpul yang di kumpulkan melalui kegiatan open donasi untuk korban banjir Masamba. Tim pada hari ini telah menyelesaikan pengemasan dan persiapan pengantaran donasi bagi saudara-saudara kita di Masamba.
Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh komponen masyarakat yang telah berkolaborasi, mendukung, dan berkontribusi dalam open donasi. Semoga amal kita di berkati oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Kami turut memohon doa akan keselamatan, dan agar dilancarkan selama perjalanan hingga tiba di Masamba, begitupun kembali ke Kota Makassar dengan sehat wal afiat.
Semoga segala upaya kita diberkahi dan menjadi bukti kasih sayang kita sesama Umat Manusia, terkhusus rasa persaudaraan sesama bangsa Indonesia 😊🙏🏻
SALAM LESTARI ! ! !
Mungkin gambar 4 orang

ANNIVERSARY MAHASILA45 MAKASSAR

   

Alhamdulillah ...

Salam Lestari !!!
Tepat tanggal 10 Oktober 2020 memperingati hari jadi Mahasila 45 yang Ke-18
Semoga hari jadi yang ke-18 ini untuk Mahasila 45 🍃kedepannya tetap eksis dengan berbagai kegiatan kemanusiaan, tetap kompak, dan menjadi wadah pelestarian alam.
Yaumul Milad MAHASILA 45 🎉
Salam Lestari 🍃 !!!

12 Februari 2014

Kata-Kata Bijak dari Soe Hok Gie



Soe Hok-Gie memang dikenal sebagai seorang aktivis dan penggiat olahraga alam, seperti mendaki gunung. Tapi, dibalik itu pria keturunan Tionghoa ini juga terkenal dengan kata-kata bijak dan puisi yang sangat dalam.

Itu bisa Anda lihat dari kumpulan puisi dan kata yang ia rangkai, tidak hanya mengkritik pemerintah, tapi juga tentang percintaan dan cara ia memandang hidup.

Berikut ini kutipan kata kata bijak yang cukup terkenal dari Soe Hok-Gie:

Kata Bijak Pendaki dari Soe Hok-Gie 


Kami jelaskan apa sebenarnya tujuan kami. Kami katakan bahwa kami adalah manusia – manusia yang tidak percaya pada slogan. Patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrisi dan slogan-slogan. Seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal objeknya. Dan mencintai Tanah Air Indonesia

dapat ditumbuhkan dengan mengenal. Indonesia bersama rakyatnya dari dekat. Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat. Karena itu Kami naik gunung.

Pertanyaan pertama yang harus kita jawab adalah: Who am I? Saya telah menjawab bahwa saya adalah seorang intelektual yang tidak mengejar kuasa tapi seorang yang ingin mencanangkan kebenaran. Dan saya bersedia menghadapi ketidak-populeran, karena ada suatu yang lebih besar: kebenaran.

Kumpulan Kata Kata Bijak Soe Hok-Gie 

Bagiku sendiri politik adalah barang yang paling kotor. Lumpur-lumpur yang kotor. Tapi suatu saat di mana kita tidak dapat menghindari diri lagi, maka terjunlah.

Guru yang tak tahan kritik boleh masuk keranjang sampah. Guru bukan Dewa dan selalu benar, dan murid bukan kerbau.

Nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan yang tersial adalah umur tua. Rasa-rasanya memang begitu. Bahagialah mereka yang mati muda.

Saya memutuskan bahwa saya akan bertahan dengan prinsip-prinsip saya. Lebih baik diasingkan daripada menyerah terhadap kemunafikan.

Mimpi saya yang terbesar, yang ingin saya laksanakan adalah, agar mahasiswa Indonesia berkembang menjadi “manusia-manusia yang biasa”. Menjadi pemuda-pemuda dan pemudi-pemudi yang bertingkah laku sebagai seorang manusia yang normal, sebagai seorang manusia yang tidak mengingkari eksistensi hidupnya sebagai seorang mahasiswa, sebagai seorang pemuda dan sebagai seorang manusia.

Saya ingin melihat mahasiswa-mahasiswa, jika sekiranya ia mengambil keputusan yang mempunyai arti politis, walau bagaimana kecilnya, selalu didasarkan atas prinsip-prinsip yang dewasa. Mereka yang berani menyatakan benar sebagai kebenaran, dan salah sebagai kesalahan. Dan tidak menerapkan kebenaran atas dasar agama, ormas, atau golongan apapun.

Masih terlalu banyak mahasiswa yang bermental sok kuasa. Merintih kalau ditekan, tetapi menindas kalau berkuasa. Mementingkan golongan, ormas, teman seideologi dan lain-lain. Setiap tahun datang adik-adik saya dari sekolah menengah. Mereka akan jadi korban-korban baru untuk ditipu oleh tokoh-tokoh mahasiswa semacam tadi.

Sejarah dunia adalah sejarah pemerasan. Apakah tanpa pemerasan sejarah tidak ada? Apakah tanpa kesedihan, tanpa pengkhianatan, sejarah tidak akan lahir?

Bagiku perjuangan harus tetap ada. Usaha penghapusan terhadap kedegilan, terhadap pengkhianatan, terhadap segala-gala yang non humanis.

Kita seolah-olah merayakan demokrasi, tetapi memotong lidah orang-orang yang berani menyatakan pendapat mereka yang merugikan pemerintah.

Kata Bijak Soe Hok-Gie 

Bagi saya KEBENARAN biarpun bagaimana sakitnya lebih baik daripada kemunafikan. Dan kita tak usah merasa malu dengan kekurangan-kekurangan kita.

Potonglah kaki tangan seseorang lalu masukkan di tempat 2 x 3 meter dan berilah kebebasan padanya. Inilah kemerdekaan pers di Indonesia.

To be a human is to be destroyed.

Saya tak mau jadi pohon bambu, saya mau jadi pohon oak yang berani menentang angin.

Saya putuskan bahwa saya akan demonstrasi. Karena mendiamkan kesalahan adalah kejahatan.

I’m not an idealist anymore, I’m a bitter realist.

Saya kira saya tak bisa lagi menangis karena sedih. Hanya kemarahan yang membuat saya keluar air mata.

Bagiku ada sesuatu yang paling berharga dan hakiki dalam kehidupan: dapat mencintai, dapat iba hati, dapat merasai kedukaan.

Saya tak tahu mengapa, Saya merasa agak melankolis malam ini. Saya melihat lampu-lampu kerucut dan arus lalu lintas jakarta dengan warna-warna baru. Seolah-olah semuanya diterjemahkan dalam satu kombinasi wajah kemanusiaan. Semuanya terasa mesra tapi kosong. Seolah-olah saya merasa diri saya yang lepas dan bayangan-bayangan yang ada menjadi puitis sekali di jalan-jalan. Perasaan sayang yang amat kuat menguasai saya. Saya ingin memberikan sesuatu rasa cinta pada manusia, pada anjing-anjing di jalanan, pada semua-muanya.

Tak ada lagi rasa benci pada siapapun. Agama apapun, ras apapun dan bangsa apapun. Dan melupakan perang dan kebencian. Dan hanya sibuk dengan pembangunan dunia yang lebih baik.


Read more: http://mahasila45makassar.blogspot.com/